BERITA FEATURE (2/6)



Ingin Bermanfaat Bagi Orang Lain, Berwirausaha Sejak Muda
Memiliki usaha sejak muda, pemuda 22 tahun ini memiliki cita-cita yang mulia
Oleh : Athaya Salsabila Haryono (B - 1643010091)
BERWIRAUSAHA : Maftuh sedang melayani pembeli bakso di usaha miliknya, Bakso Kampus, Surabaya.
     “Kalau bisa sukses muda, kenapa harus nunggu tua.” Kutipan dari Billy Boen, pencetus YOT (Young On Top) ini menjadi penyemangat para pemuda untuk terus berusaha agar mencapai kesuksesan. Kesuksesan dapat dicapai dari berbagai cara. Salah satunya melalui berwirausaha atau memiliki usaha yang dikembangkan sendiri. Berwirausaha bukan lagi sesuatu yang tabu di dunia anak muda. Banyak anak-anak muda yang telah terjun untuk berwirausaha.

     Salah satu anak muda tersebut adalah Abdullah Maftuh Al Ikhsani atau akrab dipanggil Maftuh. Pemuda yang lahir 22 tahun yang lalu dan berasal dari kota Gresik ini telah menggeluti dunia wirausaha sejak duduk di bangku SMA. Selain berwirausaha, ia juga merupakan sosok murid yang teladan dan berprestasi. Hal ini terbukti dengan terpilihnya menjadi Cak di kegiatan “Cak dan Yuk Gresik”. Dan juga, ia adalah penerima beasiswa sampai lulus ketika kuliah. Setelah menjadi sarjana akuntansi, ia menekuni kedua usaha yang ia miliki. Dan memilih untuk tidak kerja di kantoran seperti layaknya pemuda seusianya

     Di usianya yang masih muda, Maftuh lebih memilih untuk berwirausaha. Sebab, ia selalu ingin untuk menjadi seorang anak yang mandiri, dapat bermanfaat bagi orang lain dan juga meringankan beban orang tua. Ia juga ingin untuk membuka lapangan pekerjaan baru, sehingga dapat bermanfaat bagi lingkungan sekitar. Hal ini selalu memotivasi dirinya agar terus berusaha. Ia mengaku, mengerti bahwa resiko untuk berwirausaha sangat besar. Tapi, ia menuturkan bahwa ia memiliki tujuan yang lebih besar daripada resiko yang akan dia hadapi.

     Saat ini Maftuh memiliki dua usaha yang bergerak di bidang kuliner dan pendidikan. Kedua usaha tersebut bernama Leaf English Course dan Leaf Max Catering. Sebelumnya, ia juga memiliki usaha bernama Bakso Kampus yang telah memiliki cabang dimana-mana. Ia telah terbiasa untuk berwirausaha semenjak SMA. Mulai dari berjualan pulsa, kerupuk, dan lain-lain.

     Maftuh memilih untuk menjalankan usahanya dengan cara yang kekinian. Ia mencoba untuk mempromosikan usaha-usahanya melalui media sosial. Dan juga, ia bekerjasama dengan pihak go-food dan grab-food guna memperlancar proses jual beli. Dikarenakan, Leaf English Course berdomisili di Gresik dan Leaf Max Catering berada di Surabaya. Ia juga memiliki strategi pemasaran seperti selalu mengunggah secara konsisten di instagram, melakukan endorse, promosi di akun-akun kuliner, dan lain-lain.
MENGAJAR : Maftuh sebagai tutor bahasa Inggris di usaha miliknya, 
Leaf English Course, Gresik.


     Selama menjalankan usahanya, tak jarang pula ia menemukan kejadian-kejadian yang bisa menghambat keberlangsungan usahanya. Misalnya, ketika masih kuliah, ia harus bisa membagi waktu antara belajar, kegiatan organisasi dan tetap ikut serta menjual usahanya, yaitu Bakso Kampus. Maftuh juga pernah mengalami kemalingan yang menyebabkan dompet serta ponselnya hilang. Tetapi, hambatan-hambatan tersebut yang bisa membuat Maftuh tetap maju hingga sampai saat ini.

     Ia juga percaya apabila sebuah usaha dibarengi dengan sedekah, hasilnya maka akan luar biasa. Maka dari itu, ia selalu berusaha menyeimbangkan kehidupan dunia dan akhiratnya. Menurutnya, tanpa ada campur tangan dari Tuhan, maka tidak akan bisa ia mencapai hal-hal yang ia miliki saat ini.

     Selain itu, Maftuh memiliki cita-cita untuk memperluas usahanya. Namun, untuk saat ini ia lebih memilih untuk menata usaha yang ada dulu. Ia merasa masih berada di tahap belajar dan belajar. Ia masih ingin untuk memantaskan diri dan memperbesar kapasitas diri di dalam dunia wirausaha. Menurutnya, kesuksesan itu adalah sebuah kapasitas.

     ”Ibarat sukses itu air ya, banyak enggaknya air itu tergantung wadahnya. Kalau wadahnya kecil, terus disiriam air banyak, ya tumpah, dan cuma dapat sesuai dengan wadahnya tadi. Maka dari itu, tugas kita harus mempersiapkan wadahnya itu. Diperbaiki terus spiritualnya, leadershipnya dan ilmu tentang wirausahanya.” ujarnya.

     Maftuh juga memiliki impian untuk bisa menjadi seorang muslim yang kuat. Baik kuat secara lahir batin, kuat secara ekonomi, mental dan sikap. Sehingga ia bisa membantu lebih banyak orang lain dan berguna untuk sesama. Ia juga memiliki pesan untuk anak muda di luar sana, agar terus berkarya meskipun banyak rintangan yang akan dihadapi.


TANGKAPAN LAYAR : Wawancara bersama Maftuh melalui 
whatsapp pada Minggu (25/3)

Komentar

Postingan Populer